Cahaya dan Bayangan

Cahaya itu datang, kini aku bisa melihat keseluruhan ruang di sekitarku
Cahaya itu membuka mataku bahwa masih banyak yg bisa dilakukan di ruang itu
Ruang yang dulunya gelap gulita kini telah terlihat jelas
Banyak hal yang bisa kulakukan di ruang itu tanpa harus keluar dari ruang itu

Cahaya itu telah memperlihatkan padaku pintu yang lain
Pintu yang masih tetutup namun dapat terbuka bila aku sungguh2 ingin memasukinya
Cahaya itu membimbing aku agar mencoba mengetuk banyak pintu yang tersedia
Pintu yang MUNGKIN mau terbuka dan menerima kehadiranku

Namun bayanganku tetap berdiri di pintu yang satu itu
Terus mencoba mengetuk pintu itu dan mengharapkannya terbuka untukku
Bayangan yang ada karena cahaya itu menerangi ruangan tempatku berada
Bayangan yang seharusnya sejalan dengan langkahku

Bila aku berjalan menjauhi pintu itu, ia tetap menunggu
Aku tahu kalau akupun ingin selalu menunggu, tetapi aku tahu
Tak ada yang bisa kulakukan jika aku hanya terus menunggu

Maafkan aku bayanganku, terpaksa aku harus membunuhmu
dan memaksamu berjalan bersamaku, walaupun itu perjalanan yang tidak aku inginkan

Leave a Reply